RPP ikatan kovalen

RENCANA PELAKSANAAN PEMBALAJARAN (RPP)

 

Satuan Pendidikan                  : SMA Negeri 6 Pontianak

Mata pelajaran                                  : Kimia

Kelas/semester                                 : X/1

Materi pokok                             : Ikatan Kimia

sub pokok bahasan                    : Ikatan kovalen

Alokasi waktu                                     : 2 x 45 menit

Pertemuan Ke                            : 9 (sembilan)

 

  1. A.      Standar Kompetensi
    1. Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia
  2. B.       Kompetensi Dasar

1.1  Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifat-sifat unsur, massa atom relatif, dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi elektron

  1. C.      Indikator

–          Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal, rangkap dua, dan rangkap tiga serta contoh senyawanya.

  1. D.      Tujuan pembelajaran

Siswa dapat memahami dan mampu:

–          Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal, rangkap dua, dan rangkap tiga serta contoh senyawanya.

  1. E.  Uraian materi pembelajaran :

Ikatan Kovalen

  • Adalah ikatan yang terjadi karena pemakaian pasangan elektron secara bersama oleh 2 atom yang berikatan.
  • Ikatan kovalen terbentuk dari atom-atom unsur yang memiliki afinitas elektron tinggi serta beda keelektronegatifannya lebih kecil dibandingkan ikatan ion.
  • Pembentukan ikatan kovalen harus sesuai dengan konfigurasi elektron pada unsur gas mulia yaitu 8 elektron (kecuali He berjumlah 2 elektron).

Ada 3 jenis ikatan kovalen :

a).  Ikatan Kovalen Tunggal

Contoh :

v  Ikatan yang terjadi antara atom H dengan atom F membentuk molekul HF

v  Konfigurasi elektronnya :

= 1              = 2, 7

v  Atom H memiliki 1 elektron valensi sedangkan atom F memiliki 7 elektron valensi.

v  Agar atom H dan F memiliki konfigurasi elektron yang stabil, maka atom H dan atom F masing-masing memerlukan 1 elektron tambahan (sesuai dengan konfigurasi elektron He dan Ne).

v  Jadi, atom H dan F masing-masing meminjamkan 1 elektronnya untuk dipakai bersama.

Rumus struktur     =

Rumus kimia         =  HF

b).   Ikatan Kovalen Rangkap Dua

Contoh :

  • Ikatan yang terjadi antara atom O dengan O membentuk molekul O2
  • Konfigurasi elektronnya :

= 2, 6

  • Atom O memiliki 6 elektron valensi, maka agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil tiap-tiap atom O memerlukan tambahan elektron sebanyak 2.
  • Ke-2 atom O saling meminjamkan 2 elektronnya, sehingga ke-2 atom O tersebut akan menggunakan 2 pasang elektron secara bersama.

Rumus struktur     :

Rumus kimia         : O2

c). Ikatan Kovalen Rangkap Tiga

Contoh :

  • Ikatan antara atom C dengan C dalam etuna (asetilena, C2H2).
  • Konfigurasi elektronnya :

= 2, 4

  = 1

  • Atom C mempunyai 4 elektron valensi sedangkan atom H mempunyai 1 elektron.
  • Atom C memasangkan 4 elektron valensinya, masing-masing 1 pada atom H dan 3 pada atom C lainnya.

(Rumus Lewis)            (Rumus bangun/struktur)


  1. F.       Metode Pembelajaran : ceramah
  2. G.      Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu
Kegiatan awal

a)      Salam Pembuka

b)      Absen

c)      Apersepsi

–          Pertemuan sebelumnya kita sudah memepelajari tentang ikatan ion, masih ingtakah kalian dengan ikatan ion..? apa itu ikatan ion…? (jawab: ikatan ion adalah ikatan yang terbentuk karena dal tarik-menarik antara ion positif dan negatif)

–          hari ini kita akan belajar tentang ikatan kovalen tunggal, rangkap dua, dan rangkap tiga serta ikatan koordinasi.

d)     Guru menyampaikan tujuan pembelajaran:

Siswa dapat memahami dan mampu:

–          Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal, rangkap dua, dan rangkap tiga serta contoh senyawanya.

 

1 menit

5 menit

8  menit

1 menit

Kegiatan inti

  1. Guru menjelaskan Ikatan Kovalen
  • Adalah ikatan yang terjadi karena pemakaian pasangan elektron secara bersama oleh 2 atom yang berikatan.
  • Pembentukan ikatan kovalen harus sesuai dengan konfigurasi elektron pada unsur gas mulia yaitu 8 elektron (kecuali He berjumlah 2 elektron).

Ada 3 jenis ikatan kovalen :

a).  Ikatan Kovalen Tunggal

Contoh :

v  Ikatan yang terjadi antara atom H dengan atom F membentuk molekul HF

v  Konfigurasi elektronnya :

= 1

= 2, 7

v  Atom H memiliki 1 elektron valensi sedangkan atom F memiliki 7 elektron valensi.

v  Agar atom H dan F memiliki konfigurasi elektron yang stabil, maka atom H dan atom F masing-masing memerlukan 1 elektron tambahan (sesuai dengan konfigurasi elektron He dan Ne).

v  Jadi, atom H dan F masing-masing meminjamkan 1 elektronnya untuk dipakai bersama.

Rumus struktur     =

Rumus kimia         =  HF

b).   Ikatan Kovalen Rangkap Dua

Contoh :

  • Ikatan yang terjadi antara atom O dengan O membentuk molekul O2
  • Konfigurasi elektronnya :

= 2, 6

  • Atom O memiliki 6 elektron valensi, maka agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil tiap-tiap atom O memerlukan tambahan elektron sebanyak 2.
  • Ke-2 atom O saling meminjamkan 2 elektronnya, sehingga ke-2 atom O tersebut akan menggunakan 2 pasang elektron secara bersama.

Rumus struktur     :

Rumus kimia         : O2

c). Ikatan Kovalen Rangkap Tiga

Contoh :

  • Ikatan antara atom C dengan C dalam etuna (asetilena, C2H2).
  • Konfigurasi elektronnya :

= 2, 4

  = 1

  • Atom C mempunyai 4 elektron valensi sedangkan atom H mempunyai 1 elektron.
  • Atom C memasangkan 4 elektron valensinya, masing-masing 1 pada atom H dan 3 pada atom C lainnya.

(Rumus Lewis)                                      (Rumus bangun/struktur)

  1. Guru menyuruh 3 orang siswa mengerjakan contoh soal di papan tulis (contoh soal terlampir)
  2. Guru bersama-sama siswa membahas contoh soal yang talah dikerjakan oleh siswa.
5 menit

10 menit

5 menit

5 menit

10 menit

10 menit

Kegiatan akhir

  1. Guru menyuruh siswa mengerjakan latihan (terlampir: LKS halaman 42 pilihan ganda)
  2. Guru menyimpulkan hasil pembelajaran:

–          Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi karena pemakaian pasangan elektron secara bersama oleh 2 atom yang berikatan.

–          Ikatan kovalen terbentuk dari atom-atom unsur yang memiliki afinitas elektron tinggi serta beda keelektronegatifannya lebih kecil dibandingkan ikatan ion.

–          Ada  ikatan kovalen yaitu, ikatan kovalen tunggal, rangkap 2 dan rangkap 3.

Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan terjadi bila pada pembentukan ikatan terdapat pasangan elektron yang hanya berasal dari salah satu atom yang berikatan.

15 menit

5 menit

 

  1. H.      Sumber Belajar
  2. I.         Media Pembelajaran
  • LKS (intan pariwara)
  • Rachmawati. dkk. 2007. Kimia 1. Jakarta. Esis

-Papan tulis

  1. J.    total skor = jlh skor benar   x 100

jlh skor total

Pontianak,  19 Oktober  2011

Mahasiswa PPL                                                               Mengetahui :

Guru Pamong

Nurmaulita                                                                    Sutamah, S.P

NIM: 081710673                                                            NIP : 19790419 2005012013


Lampiran: 1

Contoh soal yang diberikan kepada siswa

Soal Jawaban Skor
  1. 1.    Tuliskan rumus struktur dan rumus lewis dari ikatan yang terjadi antara atom H dengan atom H membentuk molekul H2   

Dengan konfigurasi elektronnya :

  = 1

 

ü  Ke-2 atom H yang berikatan memerlukan 1 elektron tambahan agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil (sesuai dengan konfigurasi elektron He).

ü  Untuk itu, ke-2 atom H saling meminjamkan 1 elektronnya sehingga terdapat sepasang elektron yang dipakai bersama.

Rumus struktur        =

Rumus kimia            = H2

1
  1. Tuliskan rumus struktur dan rumus lewis dari ikatan yang terjadi antara atom N dengan N membentuk molekul N2

Konfigurasi elektronnya :

= 2, 5

 

  • Atom N memiliki 5 elektron valensi, maka agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil tiap-tiap atom N memerlukan tambahan elektron sebanyak 3.
  • Ke-2 atom N saling meminjamkan 3 elektronnya, sehingga ke-2 atom N tersebut akan menggunakan 3 pasang elektron secara bersama.

Rumus struktur        :

Rumus kimia   : N2

1
  1. Bagaimana rumus lewis dan rumus struktur dari terbentuknya molekul ozon (O3) ?

 

Agar semua atom O dalam molekul O3 dapat memenuhi aturan oktet maka dalam salah 1 ikatan , oksigen pusat harus menyumbangkan kedua elektronnya.

Rumus struktur :

O

1
Total Skor 3

 

 

 

Lampiran: 2  (uji kompetensi 3)

no soal jawaban skor
1. Ikatan kovalen dapat terbentuk antara

a. unsur logam alkali dengan halogen

b. unsur logam lakali tanah dengan halogen

c. unsur logam alkali dengan gas mulia

d. unsur golongan oksigen dengan logam alkali

A 1
2 Pasangan unsur yang dapat bergabung menjadi senyawa kovalen yaitu

  1. Oksigen dan karbon
  2. Oksigen dan kalsium
  3. Klor dan natrium
  4. Klor dan magnesium
  5. Iod dan kalium
A 1
3 Pernyataan yang tepat untuk menjelaskan terbentukny aikatan kovalen adalah

  1. Beberapa elektron diberikan dari satu atom ke atom lain
  2. Beberapa eleketron digunakan bersama oleh atom-atom yang berikatan
  3. Kedua atom memperoleh elektron memebentuk ion
  4. Neutron digunakan bersama oleh kedua atom yang berikatan
B 1
6 Molekul-molekul yang memiliki ikatan kovalen rangkap 3 adalah

  1. Karbon  dioksida (CO2)
  2. Nitrogen (N2)
  3. Asamm clorida (HCl)
  4. Metana (CH4)
  5. Asam sulfida (H2S)
B 1
7 Rumus titik elektron molekul oksigen yang tepat terdapat pada gambar

  1. O    O
  2. O    O
  3. O    O
  4. O    O
  5. O    O
B 1
8 Diketahui nomor atom H=1 C=6 N=7 O=8 P=15 dan Cl=17 senyawa-senyawa berikut yang tidak memiliki kaidah oktet adalah

  1. CHCl3
  2. NH3
  3. H2O
  4. CH4
  5. PCl5
E 1
9 Senyawa-senyawa kovalen berikut yang memiliki sepasang elektron bebas adalah

  1. Cl2
  2. H2
  3. PH3
  4. I2
C 1
10 Senyawa yang mempunyai ikatan kovalen rangkap 3 adalah

  1. CO2
  2. C2H4
  3. CCl4
  4. PCl3
  5. C2H2
B 1
12 Ozon memiliki rumus kimia O3 jumlah dan jenis ikatan kimia yang terdapat dalam struktur O3 adalah (nomor atom O=8)

  1. Dua ikatan kovalen rangkap dua
  2. Satu ikatan kovalen tunggal dan dua ikatan kovalen koordinasi
  3. Satu ikatan kovalen rangkap dua dan satu ikatan ion
  4. Satu ikatan kovalen rangkap dua dan satu ikatan kovalen koordinasi
  5. Satu ikatan kovalen tunggal dan satu ikatan kovalen rangkap dua
D 1
12 Senyawa yang dibawah ini yanh ikatan antar atomnya hanya terdiri dari 2 buah ikatan kovalen rangkap dua adalah

  1. H2O
  2. HF
  3. CO2
  4. N2O4
  5. Al2O3
A 1

Total skor

12

 

Essay:

Tentukan Rumus Lewis, Rumus Struktur, jumlah PEI dan PEB dari

  1. H2O           (skor 1)
  2. CO2               (skor 1)
  3. PCl3           (skor 1)
  4. CCl4          (skor 1)
  5. CH4           (skor 1)

Total Skor 5

Ket: (Ar H=1, O=8, C=6, P=15, Cl=17)

Jawab:

  1. H2O                  H      O      H           H      O      H          PEI=2 PEB=2
  2. CO2                       O      C      O           O      C      O         PEI=4 PEB=2
  3. PCl3                                    Cl                        Cl

P    Cl                 P      Cl      PEI=3 PEB=1

Cl                       Cl

  1. CCl4                                                Cl                       Cl

Cl    C    Cl       Cl      C      Cl       PEI=4 PEB=24

Cl                       Cl

  1. CH4                                    H                          H

H    C    H           H     C     H       PEI=4 PEB=0

H                         H

RPP tana Nama senyaw poliatom, tata nama senyaw asam, dan tata nama senyawa basa

RENCANA PELAKSANAAN PEMBALAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMU 6 Pontianak
Mata pelajaran : Kimia
Kelas/semester : X/1
Materi pokok : Tata Nama Senyawa dan Persamaan Reaksi Sederhana
Sub pokok bahasan : Tata Nama Senyawa Biner
Alokasi waktu : 2 x 45 menit
Pertemuan Ke : 11 (satu)

A. Standar Kompetensi
2. Mendeskripsikan hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri)

B. Kompetensi Dasar
2.1 Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya.

C. Indikator
– Menuliskan nama senyawa poliatom dengan benar dan tepat
– Menuliskan nama senyawa asam benar dan tepat
– Menuliskan nama senyawa basa benar dan tepat

D. Tujuan pembelajaran
Siswa dapat :
– Menuliskan nama senyawa poliatom benar dan tepat
– Menuliskan nama senyawa asam benar dan tepat
– Menuliskan nama senyawa basa benar dan tepat

E. Uraian materi pembelajaran

2. Tata Nama Senyawa Poliatom
Senyawa poliatom adalah senyawa yang terdiri atas lebih dari dua macam unsur penyusun yang berbeda. Kebanyakan poliatom bermuatan negatif, keculai ion amonium (NH4+)yang bertindak sebagai kation.
a) Apabila dua naion berbeda memiliki penyusun yang sama
Contoh:
SO32- : sulfit
SO42- : sulfat
b) Khusus untuk CN- dan OH- mendapat akhiran ida
CN- : sianida
OH- : hidroksida
c) Anion yang terdiri atas golongan VII A (F, Br, Cl dan I) dengan fariasi jumlah oksigen, penamaannya tergantung jumlah oksigennya.
ClO- : hipoklorit (jumlah oksigen = 1)
ClO2- : klorit (jumlah oksigen = 2)
ClO3- : klorat (jumlah oksigen = 3)
ClO4- : perklorat (jumlah oksigen = 4)

Rumus penggabungan kation dan anion pada senyawa poliatom:
Xa + YZb- Xb(YZ)a

2. Tata Nama Senyawa Asam
Asam adalah zat yang didalam air larut dan terurai menghasilkan ion hidrogen (H+) dan ion negatif. Semua senyawa asam diberi awalan dengan nama asam diikuti dengan nama ion negatifnya.
Contoh:
HCl : asam klorida
HBr : asam bromida

3. Tata Nama senyawa Basa
Basa ditandai dengan adanya ion hidroksida (OH-). Penamaan basa selalu diakhiri dengan anion hidroksida.
Contoh:
NaOH : Natrium hidroksida
Ba (OH)2 : barium hidroksida

3. Sumber belajar : Ceramah, pemberian tugas

4. Kegiatan pembelajaran
Kegiatan pembelajaran Alokasi waktu
Kegiatan Awal 10 menit
• Salam pembuka
• Mengontrol Absen
• Apersepsi
Guru mengingatkan pembali pada siswa tentang tata nama senyawa biner logam + nonlogam dan nonlogam + nonlogam.
• Guru meyampaikan tujuan pembelajaran
Siswa dapat :
– Menuliskan nama senyawa poliatom benar dan tepat
– Menuliskan nama senyawa asam benar dan tepat
– Menuliskan nama senyawa basa benar dan tepat
Kegiatan Inti 55 menit
Eksplorasi
• Guru menggali kemampuan siswa dengan menanyakan apakah ada yang mengetahui tata nama senyawa poliatom, tata nama senyawa Asam, dan tata nama senyawa basa

Elaborasi
• Guru menyampaikan materi tata nama senyawa poliatom, tata nama senyawa asam, tata nama senyawa basa.

2. Tata Nama Senyawa Poliatom
Senyawa poliatom adalah senyawa yang terdiri atas lebih dari dua macam unsur penyusun yang berbeda. Kebanyakan poliatom bermuatan negatif, keculai ion amonium (NH4+)yang bertindak sebagai kation.
a) Apabila dua naion berbeda memiliki penyusun yang sama
Contoh:
SO32- : sulfit
SO42- : sulfat
b) Khusus untuk CN- dan OH- mendapat akhiran ida
CN- : sianida
OH- : hidroksida
c) Anion yang terdiri atas golongan VII A (F, Br, Cl dan I) dengan fariasi jumlah oksigen, penamaannya tergantung jumlah oksigennya.
ClO- : hipoklorit (jumlah oksigen = 1)
ClO2- : klorit (jumlah oksigen = 2)
ClO3- : klorat (jumlah oksigen = 3)
ClO4- : perklorat (jumlah oksigen = 4)

Rumus penggabungan kation dan anion pada senyawa poliatom:
Xa + YZb- Xb(YZ)a

3. Tata Nama Senyawa Asam
Asam adalah zat yang didalam air larut dan terurai menghasilkan ion hidrogen (H+) dan ion negatif. Semua senyawa asam diberi awalan dengan nama asam diikuti dengan nama ion negatifnya.
Contoh:
HCl : asam klorida
HBr : asam bromida

4. Tata Nama senyawa Basa
Basa ditandai dengan adanya ion hidroksida (OH-). Penamaan basa selalu diakhiri dengan anion hidroksida.
Contoh:
NaOH : Natrium hidroksida
Ba (OH)2 : barium hidroksida
Konfirmasi
• Guru membimbing penegasan esensi sesuai tujuan yang ingin disampaikan
Kegiatan Akhir 25 menit
• Guru memberikan latihan soal kepada siswa (latihan terlampir)
• Guru berkeliling mengontrol siswa dalam mengerjakan latihan soal
• Guru memberikan kesimpulan tentang pembelajaran hari ini
• Salam penutup

5. Sumber Belajar

Bahan
• Rachmawati. dkk. 2007. Kimia 1. Jakarta. Esis
• LKS intan pariwara
Alat
• Papan tulis, spidol, Penghapus, proyektor

6. Penilaian
total skor = jlh skor benar x 100
jlh skor total

Pontianak, 15 November 2011
Mengetahui :

Mahasiswa PPL Guru Pamong

Nurmaulita Sutamah, S.P
NIM 081710673 NIP : 19790419 2005012013

Lampiran : latihan soal untuk siswa
1. Tuliskan nama-nama dari senyawa berikut
a) NaClO3
b) Ni(OH)2
2. Tulis rumus kimia dari senyawa-senyawa berikut
a) Tembaga (II) hidroksida
b) Seng sulfat
3. Tulis nama dari senyawa-senyawa asam berikut
a) HCN
b) HClO3
4. tulis rumus kimia dari senyawa-senyawa asam berikut
a) Asam Nitrat
b) Asam sulfit

RENCANA PELAKSANAAN PEMBALAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMU 6 Pontianak
Mata pelajaran : Kimia
Kelas/semester : X/1
Materi pokok : Tata Nama Senyawa dan Persamaan Reaksi Sederhana
Sub pokok bahasan : Tata Nama Senyawa Biner
Alokasi waktu : 2 x 45 menit
Pertemuan Ke : 11 (satu)

A. Standar Kompetensi
2. Mendeskripsikan hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri)

B. Kompetensi Dasar
2.1 Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya.

C. Indikator
– Menuliskan nama senyawa poliatom dengan benar dan tepat
– Menuliskan nama senyawa asam benar dan tepat
– Menuliskan nama senyawa basa benar dan tepat

D. Tujuan pembelajaran
Siswa dapat :
– Menuliskan nama senyawa poliatom benar dan tepat
– Menuliskan nama senyawa asam benar dan tepat
– Menuliskan nama senyawa basa benar dan tepat

E. Uraian materi pembelajaran

2. Tata Nama Senyawa Poliatom
Senyawa poliatom adalah senyawa yang terdiri atas lebih dari dua macam unsur penyusun yang berbeda. Kebanyakan poliatom bermuatan negatif, keculai ion amonium (NH4+)yang bertindak sebagai kation.
a) Apabila dua naion berbeda memiliki penyusun yang sama
Contoh:
SO32- : sulfit
SO42- : sulfat
b) Khusus untuk CN- dan OH- mendapat akhiran ida
CN- : sianida
OH- : hidroksida
c) Anion yang terdiri atas golongan VII A (F, Br, Cl dan I) dengan fariasi jumlah oksigen, penamaannya tergantung jumlah oksigennya.
ClO- : hipoklorit (jumlah oksigen = 1)
ClO2- : klorit (jumlah oksigen = 2)
ClO3- : klorat (jumlah oksigen = 3)
ClO4- : perklorat (jumlah oksigen = 4)

Rumus penggabungan kation dan anion pada senyawa poliatom:
Xa + YZb- Xb(YZ)a

2. Tata Nama Senyawa Asam
Asam adalah zat yang didalam air larut dan terurai menghasilkan ion hidrogen (H+) dan ion negatif. Semua senyawa asam diberi awalan dengan nama asam diikuti dengan nama ion negatifnya.
Contoh:
HCl : asam klorida
HBr : asam bromida

3. Tata Nama senyawa Basa
Basa ditandai dengan adanya ion hidroksida (OH-). Penamaan basa selalu diakhiri dengan anion hidroksida.
Contoh:
NaOH : Natrium hidroksida
Ba (OH)2 : barium hidroksida

3. Sumber belajar : Ceramah, pemberian tugas

4. Kegiatan pembelajaran
Kegiatan pembelajaran Alokasi waktu
Kegiatan Awal 10 menit
• Salam pembuka
• Mengontrol Absen
• Apersepsi
Guru mengingatkan pembali pada siswa tentang tata nama senyawa biner logam + nonlogam dan nonlogam + nonlogam.
• Guru meyampaikan tujuan pembelajaran
Siswa dapat :
– Menuliskan nama senyawa poliatom benar dan tepat
– Menuliskan nama senyawa asam benar dan tepat
– Menuliskan nama senyawa basa benar dan tepat
Kegiatan Inti 55 menit
Eksplorasi
• Guru menggali kemampuan siswa dengan menanyakan apakah ada yang mengetahui tata nama senyawa poliatom, tata nama senyawa Asam, dan tata nama senyawa basa

Elaborasi
• Guru menyampaikan materi tata nama senyawa poliatom, tata nama senyawa asam, tata nama senyawa basa.

2. Tata Nama Senyawa Poliatom
Senyawa poliatom adalah senyawa yang terdiri atas lebih dari dua macam unsur penyusun yang berbeda. Kebanyakan poliatom bermuatan negatif, keculai ion amonium (NH4+)yang bertindak sebagai kation.
a) Apabila dua naion berbeda memiliki penyusun yang sama
Contoh:
SO32- : sulfit
SO42- : sulfat
b) Khusus untuk CN- dan OH- mendapat akhiran ida
CN- : sianida
OH- : hidroksida
c) Anion yang terdiri atas golongan VII A (F, Br, Cl dan I) dengan fariasi jumlah oksigen, penamaannya tergantung jumlah oksigennya.
ClO- : hipoklorit (jumlah oksigen = 1)
ClO2- : klorit (jumlah oksigen = 2)
ClO3- : klorat (jumlah oksigen = 3)
ClO4- : perklorat (jumlah oksigen = 4)

Rumus penggabungan kation dan anion pada senyawa poliatom:
Xa + YZb- Xb(YZ)a

3. Tata Nama Senyawa Asam
Asam adalah zat yang didalam air larut dan terurai menghasilkan ion hidrogen (H+) dan ion negatif. Semua senyawa asam diberi awalan dengan nama asam diikuti dengan nama ion negatifnya.
Contoh:
HCl : asam klorida
HBr : asam bromida

4. Tata Nama senyawa Basa
Basa ditandai dengan adanya ion hidroksida (OH-). Penamaan basa selalu diakhiri dengan anion hidroksida.
Contoh:
NaOH : Natrium hidroksida
Ba (OH)2 : barium hidroksida
Konfirmasi
• Guru membimbing penegasan esensi sesuai tujuan yang ingin disampaikan
Kegiatan Akhir 25 menit
• Guru memberikan latihan soal kepada siswa (latihan terlampir)
• Guru berkeliling mengontrol siswa dalam mengerjakan latihan soal
• Guru memberikan kesimpulan tentang pembelajaran hari ini
• Salam penutup

5. Sumber Belajar

Bahan
• Rachmawati. dkk. 2007. Kimia 1. Jakarta. Esis
• LKS intan pariwara
Alat
• Papan tulis, spidol, Penghapus, proyektor

6. Penilaian
total skor = jlh skor benar x 100
jlh skor total

Pontianak, 15 November 2011
Mengetahui :

Mahasiswa PPL Guru Pamong

Nurmaulita Sutamah, S.P
NIM 081710673 NIP : 19790419 2005012013

Lampiran : latihan soal untuk siswa
1. Tuliskan nama-nama dari senyawa berikut
a) NaClO3
b) Ni(OH)2
2. Tulis rumus kimia dari senyawa-senyawa berikut
a) Tembaga (II) hidroksida
b) Seng sulfat
3. Tulis nama dari senyawa-senyawa asam berikut
a) HCN
b) HClO3
4. tulis rumus kimia dari senyawa-senyawa asam berikut
a) Asam Nitrat
b) Asam sulfit

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.